Santa Claus Festival Ambon 2025 Jadi Ajang Penguatan Kota Musik dan Toleransi

oleh -5406 Dilihat
oleh
Oplus_16908288

Ambon, NusaInaNews.com – Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Ambon, Christian Tukloy, menyampaikan apresiasi atas suksesnya Santa Claus Festival Ambon 2025, sebuah kegiatan yang disebutnya tidak hanya menghadirkan kemeriahan Natal, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Kota Ambon.

Tukloy menjelaskan bahwa penyelenggaraan festival ini merupakan hasil kerja kolaboratif lintas tim dan potensi yang ada di lingkungan dinas maupun komunitas kreatif di Kota Ambon.

“Kalau teman-teman bilang sukses, berarti syukur Alhamdulillah sukses. Tapi saya ingin sampaikan bahwa persiapan event ini menggerakkan semua potensi baik yang ada dalam dinas maupun para pelaku UMKM dan komunitas kreatif,” ujar Tukloy, saat diwawancarai di Pattimura Park, Kota Ambon, Senin (01/12/2025).

Tukloy menegaskan bahwa salah satu substansi penting dari event ini adalah menciptakan ruang inklusif untuk anak-anak. Ia menyebutkan bahwa lebih dari 600 anak terlibat dan berinteraksi dalam festival tersebut.

“Kita memberikan ruang bagi kurang lebih 600-an anak untuk bertemu dan berinteraksi. Bahkan, konsep keamanan pun kami atur agar tidak menimbulkan rasa takut, tetapi justru menghadirkan sukacita,” jelasnya.

Santa Claus Festival 2025 juga menjadi ajang penguatan sektor ekonomi kreatif, terutama UMKM. Tercatat sekitar 70 UMKM berpartisipasi, meski jumlah pendaftar mencapai lebih dari 200 pelaku UMKM hanya dalam satu hari.

“Bayangkan, pendaftaran hanya satu hari tapi ada 200 lebih UMKM yang mendaftar. Itu pekerjaan berat bagi tim, namun kami akhirnya dapat menyaring hingga sekitar 70 UMKM untuk terlibat. Ini menunjukkan antusiasme luar biasa dan manfaat ekonomi yang nyata,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa penyelenggaraan festival ini sejalan dengan visi dan misi Wali Kota Ambon, terutama dalam membangun ekosistem pariwisata dengan musik sebagai penggerak utama, sesuai predikat Ambon sebagai Kota Musik Dunia (UNESCO Creative City of Music).

“Walaupun ini Santa Claus Festival, kita tetap menempatkan musik sebagai penggerak utama. Ini selaras dengan prioritas pembangunan Kota Ambon,” katanya.

Selain itu, Tukloy mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Ambon berupaya menjaga nilai toleransi antarumat beragama melalui penyelenggaraan event keagamaan dari semua agama.

“Ke depan, dalam waktu dekat kami juga akan melaksanakan Festival Ramadan. Semua agama punya hari besar, dan pemerintah bertanggung jawab untuk memberi ruang bagi semuanya,” tegasnya.

Ia menyebutkan bahwa festival tahun ini sekaligus menjadi sarana untuk mengukur respons masyarakat sebelum penyelenggaraan yang lebih besar di tahun-tahun mendatang.

“Orang bilang ini tes ombak. Ternyata animonya luar biasa. Walaupun panitia dan peserta sudah disiapkan sejak awal November, faktanya tidak semua bisa berpartisipasi karena keterbatasan kapasitas,” jelasnya.

Tercatat sekitar 17 ranting dari 13-14 cabang turut berpartisipasi dalam festival kali ini.

Santa Claus Festival Ambon 2025 pun ditutup dengan optimisme tinggi, bahwa event ini dapat terus menjadi agenda tahunan yang memperkuat identitas Ambon sebagai kota pariwisata, kota musik, sekaligus kota toleransi. (NI-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.