Ambon, NusaInaNews.com – Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Provinsi Maluku yang dijadwalkan berlangsung pada 7-8 November 2025, sejumlah kader mulai mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua DPD.
Salah satu nama yang turut mencalonkan diri adalah Umar Lessy, kader senior yang menyatakan kesiapannya mengikuti seluruh tahapan penjaringan sesuai ketentuan partai.
Umar menegaskan bahwa dirinya akan mengikuti seluruh mekanisme yang telah diatur oleh DPP Partai Golkar.
“Sebagai kader, kita wajib mengikuti semua tahapan proses penjaringan bakal calon ketua DPD Partai Golkar Provinsi Maluku masa bakti 2025-2030. Semua ketentuan yang diatur dalam juklat DPP harus kita patuhi,” ujar Umar, saat diwawancarai, usai mendaftar di kantor DPD Partai Golkar Maluku, Jumat (7/11/2025).
Umar menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan berkas oleh panitia pengarah (Steering Committee), hampir seluruh persyaratan telah terpenuhi.
Ia juga menanggapi adanya perbedaan dukungan dari sejumlah DPD kabupaten/kota dengan bijak.
“Perbedaan itu biasa dalam proses demokrasi. Tapi semua perbedaan akan terselesaikan melalui mekanisme organisasi yang akan berlangsung di Musda besok,” katanya.
Mengenai motivasinya mencalonkan diri, Umar menyampaikan tekadnya untuk mengembalikan kejayaan Partai Golkar di bumi Raja-Raja, Maluku.
“Kita tahu Golkar di Maluku punya sejarah panjang. Namun, dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan. Harapan saya, ke depan kita bisa mengembalikan proporsi kursi di semua tingkatan legislatif baik kabupaten/kota, provinsi, maupun DPRD,” tuturnya.
Umar juga menyebut dukungan terhadap pencalonannya datang dari berbagai DPD kabupaten/kota, termasuk Maluku Barat Daya, Kepulauan Tanimbar, Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, dan Maluku Tenggara, serta dua organisasi pendiri dan yang didirikan Partai Golkar, yakni KOSGORO dan MKGR, serta AMPG dan KPPG.
Terkait figur yang akan mendampinginya jika terpilih, Umar menyatakan masih mempertimbangkan sejumlah nama dari kalangan senior maupun muda.
“Ada beberapa tokoh yang layak, seperti Pak Richard Rahakbauw, Pak Anos, dan juga tokoh-tokoh muda lainnya. Kita akan tetap menjaga keberagaman dalam struktur kepengurusan,” jelasnya.
Jika dipercaya memimpin Golkar Maluku, Umar menegaskan langkah awal yang akan dilakukan adalah konsolidasi internal partai.
“Yang paling utama nanti adalah konsolidasi. Itu menjadi titik balik kita untuk membenahi seluruh infrastruktur partai dari tingkat provinsi hingga ke desa dan RT,” tutupnya. (NI-01)








