Wali Kota Ambon Dorong GPM Jadi Mitra Strategis Bangun Kota Toleran dan Religius

oleh -946 Dilihat
oleh

Ambon, NusaInaNews.com – Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin M. Wattimena, M.Si., mendorong Gereja Protestan Maluku (GPM) untuk terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, toleran, dan berkeadaban di Kota Ambon.

Hal ini disampaikannya dalam rangka menyambut pelaksanaan Sidang Ke-39 Sinode GPM Tahun 2025, yang mengangkat tema “Anugerah Allah Melengkapi dan Meneguhkan Gereja Menuju Satu Abad GPM.”

“GPM telah menjadi bagian dari sejarah dan perjalanan Kota Ambon. Gereja bukan hanya membina kehidupan rohani umat, tetapi juga turut berkontribusi dalam pendidikan, kesehatan, sosial, dan kebudayaan,” ungkap Wali Kota, Senin (15/10).

Ia menambahkan bahwa kontribusi GPM merupakan bukti nyata sebagai mitra penting pemerintah dalam membangun kota yang damai dan sejahtera.

Menurutnya, gereja yang kuat dalam iman dan kokoh dalam kasih adalah kekuatan moral yang sangat dibutuhkan, baik oleh pemerintah maupun masyarakat.

Ia menekankan pentingnya menjaga sinergi antara gereja dan pemerintah dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.

“Kolaborasi ini harus terus dijaga agar kita sejalan dalam mendorong terciptanya masyarakat yang harmonis dan penuh kasih,” kata Bodewin.

Wali Kota juga mengajak warga gereja untuk terus menanamkan semangat toleransi dan persaudaraan yang telah menjadi identitas khas masyarakat Ambon.

Ia juga menyebutkan bahwa keberagaman yang ada di Ambon harus menjadi kekuatan, bukan pemisah.

“Ambon ini rumah kita bersama. Di sini ada berbagai agama, etnis, dan budaya yang hidup berdampingan. Kerukunan ini harus terus kita rawat. Saya percaya GPM punya peran besar dalam menjaga semangat itu,” ujarnya.

Ambon saat ini tercatat sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia. Berdasarkan laporan SETARA Institute tahun 2024, Ambon menempati peringkat ke-11 secara nasional dalam indeks kota toleran. Bodewin menyatakan bahwa capaian ini adalah hasil kerja bersama antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan seluruh elemen masyarakat.

“Kita semua patut bersyukur atas capaian ini. Tapi yang lebih penting adalah bagaimana kita mempertahankannya. Toleransi bukan sekadar label, melainkan sikap hidup yang harus dijaga setiap hari,” tegasnya.

Menutup pesannya, Wali Kota menyampaikan keyakinannya bahwa Sidang Sinode GPM akan membawa dampak positif bagi gereja dan masyarakat. Ia berharap GPM terus menjadi berkat bagi Ambon, Maluku, dan Indonesia.

“Kiranya Tuhan senantiasa menyertai langkah pelayanan GPM, agar terus menjadi terang bagi dunia dan garam bagi masyarakat Ambon,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.