Wali Kota Perintahkan OPD Tindak Cepat Keluhan Warga Lewat Program WAJAR

oleh -836 Dilihat
oleh

Ambon, Nusainanews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon kembali menggelar forum “Wali Kota Jumpa Rakyat” (WAJAR) untuk ke-11 kalinya pada Jumat (11/07/2025). Program yang digelar di Unit Layanan Administrasi (ULA) Balai Kota Ambon ini menjadi platform resmi bagi warga untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, hingga masukan langsung kepada pemangku kebijakan.

Program WAJAR kali ini mencatat sejumlah aduan dari masyarakat terkait layanan publik, infrastruktur, bantuan sosial, serta penagihan piutang.

Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, yang memimpin langsung kegiatan tersebut, menegaskan bahwa semua keluhan harus ditindaklanjuti oleh organisasi perangkat daerah (OPD) tanpa penundaan.

“Anggaran akan dialokasikan jika diperlukan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut ,” kata Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena.

Dalam forum yang melibatkan Wakil Wali Kota, Sekretaris Kota, seluruh kepala OPD, Camat, Kades, dan Lurah ini, Wali Kota memberikan instruksi tegas agar semua laporan warga ditindaklanjuti secara menyeluruh dan tuntas sesuai dengan kewenangan masing-masing.

“Saya minta semua OPD serius, jangan ada keluhan masyarakat yang dibiarkan berlarut. Kalau perlu anggaran tambahan, kita siapkan melalui mekanisme yang ada,” tegas Wattimena.

Lebih lanjut, program WAJAR yang rutin digelar setiap Jumat telah menjadi sarana efektif dan terpercaya bagi masyarakat Kota Ambon. Selain memberi ruang terbuka bagi warga, forum ini juga memperlihatkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan publik yang cepat, tepat, dan responsif.

Menurut catatan Pemkot Ambon, sebanyak puluhan aduan disampaikan pada pelaksanaan WAJAR ke-11 ini. Permasalahan yang muncul antara lain terkait akses jalan lingkungan, air bersih, pelayanan kesehatan, hingga persoalan administratif di kelurahan.

Salah satu isu yang turut mengemuka dalam forum adalah soal penagihan piutang masyarakat kepada pemerintah. Wali Kota menegaskan bahwa semua pihak wajib memenuhi kewajiban pembayaran sesuai waktu yang ditentukan.

“kewajiban membayar utang harus diepenuhi. Pemerintah juga akan menertibkan seluruh proses piutang agar tidak ada lagi keterlambatan pembayaran yang merugikan,” kata Wattimena.

Pelaksanaan WAJAR yang ke-11 ini sekaligus menjadi refleksi atas capaian dua bulan terakhir program tersebut. Sejak dimulai pada Maret 2025, forum ini telah menciptakan kanal komunikasi yang efektif antara warga dan pemerintah, tanpa perantara birokrasi yang kaku.

Wattimena berharap program ini tidak hanya berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi budaya kerja di lingkungan Pemkot Ambon. Ia menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik melalui kecepatan dan ketepatan dalam menanggapi setiap keluhan.

“Kepercayaan masyarakat adalah modal utama pemerintah. Kita harus hadir, mendengar dan menyelesaikan setiap permasalahan yang ada,” pungkas Wattimena. (NI-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.