Walikota Ambon Tekankan Budaya Bersih dan Pendidikan Karakter

oleh -12 Dilihat
oleh

Ambon.nusainanews.com  — Pemerintah Kota Ambon kembali menegaskan komitmennya dalam membangun budaya bersih dan penguatan pendidikan karakter bagi generasi muda. Hal ini disampaikan Walikota Ambon dalam upacara Hardiknas 2026 bertempat di Ula Balai Kota Ambon. Senin,4 Mei 2026  yang turut menyoroti dedikasi Niko Siloy dan Izak L Manusi, dua sosok yang selama ini menjadi teladan dalam menjaga kebersihan kota.

Walikota memberikan apresiasi kepada Niko Siloy dan Izak Manusi yang tetap bekerja menjaga kebersihan kota meski usia mereka tidak lagi muda. Dedikasi keduanya dinilai menjadi pengingat bahwa perubahan lingkungan harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, hingga komunitas yang lebih luas.

“Ambon bersih bukan sekadar slogan. Ini tanggung jawab kita bersama,” tegas Walikota.

Upaya menjaga lingkungan bersih juga akan diperkuat melalui peluncuran program-program kebersihan, termasuk gerakan sehat sebagai dukungan terhadap visi Indonesia maju dan sehat.

Walikota menekankan bahwa sekolah memiliki posisi strategis dalam menanamkan nilai kebersihan dan karakter sejak usia dini. Seluruh kepala sekolah, guru, dan tenaga pendidik diimbau untuk menjadikan budaya bersih sebagai bagian dari pola pembinaan siswa.

Budaya bersih yang dimaksud tidak hanya sebatas menjaga lingkungan fisik, tetapi juga membentuk hati dan pikiran siswa yang sehat. Hal ini sekaligus menjadi langkah penting mencegah perilaku negatif seperti tawuran dan ketidakpatuhan terhadap aturan.

Selain itu, lima program prioritas kementerian pendidikan serta visi Presiden Prabowo untuk pendidikan maju menjadi rujukan utama dalam memperkuat karakter siswa di sekolah-sekolah Ambon.

Masalah disiplin siswa masih menjadi tantangan. Untuk itu, Walikota menegaskan perlunya sinergi antara sekolah dan orang tua. Anak-anak yang tidak mematuhi aturan sekolah, menurutnya, perlu dikembalikan kepada orang tua untuk mendapatkan pembinaan lanjutan.

Sekolah juga diminta untuk memberikan peringatan resmi apabila terjadi pelanggaran, sebagai bentuk pengawasan bersama demi menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif.

“Perlindungan anak adalah prioritas. Orang tua harus hadir mendukung aturan sekolah, bukan membiarkan,” ujar Walikota.

Pertemuan ini menjadi penegasan bahwa upaya membangun Ambon yang bersih dan pendidikan yang berkualitas membutuhkan kerja bersama. Mulai dari individu, keluarga, sekolah, hingga pemerintah, seluruh pihak diharapkan berkontribusi dalam gerakan perubahan ini.

Dedikasi Baniku dan Faisal menjadi contoh bahwa langkah kecil dapat membangun dampak besar. Dengan kolaborasi yang kuat, Ambon diharapkan mampu menjadi kota yang bersih, sehat, dan memiliki generasi muda yang berkarakter kuat.

“Perubahan dimulai dari kita. Dari rumah, dari sekolah, dari setiap langkah kecil,” tutup Walikota.(NI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.