Walikota Gerakkan ASN Tanam 6.000 Gadihu, Percepat IKD dan Perluas Perlindungan Sosial

oleh -29 Dilihat
oleh

Ambon.nusainanews.com – Walikota Ambon, Bodewin M. Wattimena, mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota Ambon menjadi pelopor dalam menyukseskan Gerakan Tanam Gadihu sekaligus mempercepat digitalisasi administrasi kependudukan melalui Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Ajakan tersebut disampaikan saat memimpin Apel Pagi Pemerintah Kota Ambon yang dirangkaikan dengan kegiatan perlindungan sosial, kerja bakti, dan Gerakan Tanam Gadihu di Lapangan Apel Balai Kota Ambon, Jumat (24/7).,

Dalam arahannya, Walikota menjelaskan bahwa Gerakan Tanam Gadihu merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon sekaligus implementasi program penghijauan yang mendukung Gerakan Indonesia Asri.

Sebanyak 6.000 tanaman gadihu (puring) ditanam secara serentak di sejumlah lokasi di Kota Ambon. Penanaman melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta siswa SD dan SMP di bawah Pemerintah Kota Ambon.

Menurut Wattimena, gadihu dipilih karena merupakan tanaman yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Ambon serta memiliki nilai historis dan budaya.

“Gadihu sudah lama digunakan masyarakat Ambon sebagai pagar rumah, pembatas tanah, bahkan memiliki makna simbolis dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, mari kita jadikan tanaman ini sebagai bagian dari upaya bersama menghijaukan dan mempercantik Kota Ambon,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberhasilan gerakan ini tidak hanya diukur dari banyaknya pohon yang ditanam, tetapi juga dari komitmen seluruh pihak untuk merawatnya agar tetap tumbuh dan memperindah wajah kota.

“Jangan hanya tanam hari ini lalu besok dibiarkan mati. Tanaman ini harus dipelihara bersama sehingga benar-benar memberikan manfaat dan memperindah wajah Kota Ambon,” tegasnya.

Selain program penghijauan, Wali Kota juga menyoroti percepatan penerapan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Ia meminta ASN menjadi teladan dengan segera melakukan aktivasi IKD sebelum mengajak masyarakat.

Saat ini, tingkat kepemilikan IKD di Kota Ambon baru mencapai sekitar 28 persen, sehingga dibutuhkan dukungan seluruh ASN agar target pemerintah dapat segera tercapai.

“Kalau ASN sendiri belum melakukan aktivasi IKD, bagaimana kita bisa mengajak masyarakat? Karena itu saya minta semua segera mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital,” katanya.

Menurutnya, digitalisasi administrasi kependudukan akan memudahkan pemerintah dalam mengidentifikasi masyarakat penerima bantuan sosial secara tepat sasaran sekaligus mempercepat pelayanan publik.

Ia menambahkan, Kota Ambon menjadi salah satu dari 43 daerah di Indonesia yang menjalankan program digitalisasi administrasi kependudukan.

Dalam kesempatan tersebut, Wattimena juga mengungkapkan rasa syukur karena Kota Ambon berhasil masuk tiga besar nasional dalam penilaian program inklusi keuangan.

Prestasi itu, menurutnya, merupakan hasil inovasi Pemerintah Kota Ambon melalui program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi sekitar 25.000 pekerja rentan, seperti tukang ojek, nelayan, petani, penyapu jalan, buruh kasar, dan pekerja sektor informal lainnya.

“Kalau terjadi kecelakaan kerja atau risiko lainnya, mereka akan mendapatkan perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan, termasuk santunan bagi ahli waris apabila peserta meninggal dunia,” jelasnya.

Menutup arahannya, Wali Kota meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) memastikan seluruh tanaman gadihu yang telah ditanam mendapat perawatan secara berkelanjutan agar dapat tumbuh dengan baik dan tidak rusak.

Ia optimistis, gerakan menanam pohon, menjaga kebersihan lingkungan, memperkuat perlindungan sosial, dan mempercepat digitalisasi pelayanan publik akan memberikan dampak nyata bagi kemajuan Kota Ambon.

“Hal-hal kecil yang kita lakukan hari ini, jika dikerjakan bersama dan secara konsisten, akan membawa perubahan besar bagi Kota Ambon yang kita cintai,” pungkasnya.(Cni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.