Ambon, NusaInaNews.com – Wakil Wali (Wawali) Kota Ambon, Ely Toisutta, menghadiri Sidang Ke-53 Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Rehoboth yang berlangsung di Gereja Rehoboth, Kota Ambon, Minggu (8/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ely Toisutta membacakan sambutan Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, pada kegiatan yang mengusung tema “Anugerah Allah Melengkapi dan Meneguhkan Gereja Menuju Satu Abad GPM”.
Disampaikan bahwa sidang jemaat merupakan forum strategis dan tertinggi dalam tata kehidupan bergereja di tingkat jemaat. Forum ini menjadi ruang evaluasi, refleksi, sekaligus penentuan arah pelayanan gereja ke depan agar tetap relevan dengan tantangan zaman.
“Persidangan jemaat bukan sekadar agenda rutin, tetapi momentum iman untuk menata pelayanan gereja dengan penuh tanggung jawab dan kebersamaan,” ujar Ely saat membacakan sambutan.
Ia juga mengutip firman Tuhan dalam 1 Korintus 3:6 yang menegaskan bahwa manusia berproses dalam pelayanan, namun Tuhanlah yang memberi pertumbuhan. Karena itu, seluruh rangkaian sidang diharapkan dilaksanakan dalam semangat kerendahan hati, persatuan, dan ketergantungan kepada Tuhan.
Lebih lanjut, Ely Toisutta menekankan bahwa Ambon sebagai kota yang majemuk membutuhkan peran aktif gereja dalam menjaga harmoni sosial. Gereja dinilai memiliki posisi penting dalam menanamkan nilai persaudaraan, toleransi, dan semangat hidup orang basudara di tengah masyarakat.
Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital, gereja juga diharapkan menjadi wadah pembinaan iman sekaligus literasi sosial, agar jemaat mampu bersikap bijak dan kritis terhadap informasi, serta tidak mudah terpengaruh oleh hoaks yang berpotensi memecah belah persatuan.
“Vitalitas gereja tidak hanya diukur dari kegiatan internal, tetapi juga dari sejauh mana gereja memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar, termasuk dalam pembinaan generasi muda dan penguatan ketahanan sosial,” katanya.
Pemerintah Kota Ambon, lanjut Ely, menyadari bahwa pembangunan tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga keagamaan. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah dan gereja terus didorong demi menciptakan masyarakat yang berkarakter, rukun, dan sejahtera.
Pemerintah juga membuka ruang kerja sama yang luas dengan Jemaat GPM Rehoboth agar gereja dapat menjadi mitra strategis dalam mewujudkan Ambon sebagai kota yang aman, inklusif, dan damai.
Menutup sambutan, Ely Toisutta menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas pelaksanaan Sidang Ke-53 Jemaat GPM Rehoboth Tahun 2026. Ia berharap seluruh keputusan yang dihasilkan dapat membawa berkat, tidak hanya bagi jemaat dan gereja, tetapi juga bagi kemajuan Kota Ambon.
“Kiranya persidangan ini berjalan dengan penuh hikmat dan menghasilkan keputusan yang membangun kehidupan bergereja serta memperkuat kebersamaan di kota yang kita cintai,” pungkasnya. (NI-01)







