Pemkot dan DPRD Ambon Sepakati Perubahan APBD 2025, Fokus pada Efisiensi dan Peningkatan PAD

oleh -508 Dilihat
oleh
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (0.5013889, 0.503125);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 39;

Ambon, Nusainanews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon secara resmi menyepakati Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025, yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna, DPRD Kota Ambon, Jumat (1/8/2025).

Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan berita acara dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Ambon yang dihadiri langsung oleh Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena.

Dalam sambutannya, Wali Kota, menegaskan bahwa perubahan APBD 2025 dilakukan sesuai amanat Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Perubahan ini bertujuan untuk menyesuaikan berbagai perkembangan yang terjadi, seperti pergeseran anggaran antar kegiatan dan perangkat daerah, serta pengembalian sisa anggaran 2024 untuk digunakan kembali.

Penyesuaian Strategis dan Efisiensi Belanja

Wali Kota menjelaskan bahwa perubahan APBD 2025 mencakup tiga hal penting:

1. Penyesuaian target pendapatan, khususnya dari dana transfer pusat, merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 29 Tahun 2025.

2. Efisiensi belanja daerah, sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025.

3. Penyesuaian program dan kegiatan dalam kerangka Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk mendukung visi “Ambon Manise” yang inklusif, toleran, dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Program prioritas yang tetap menjadi fokus pemerintah mencakup stabilisasi harga kebutuhan pokok, pengendalian inflasi, penguatan UMKM dan BUMDes, serta upaya menurunkan kemiskinan dan pengangguran.

Fokus pada Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Wali Kota juga menyoroti pentingnya realisasi Pendapatan Asli Daerah. Ia mengapresiasi perhatian serius DPRD terhadap peningkatan PAD, namun menekankan perlunya pendekatan rasional dan berkeadilan.

“Jika kita memaksakan pendapatan tanpa memperhatikan kondisi masyarakat, maka rakyat akan menjadi korban. Kita perlu menciptakan ruang-ruang ekonomi baru yang adil dan inklusif,” ujar Bodewin.

Salah satu inovasi yang sedang digarap adalah pengembangan area parkir di Pantai Merdeka dan revitalisasi Pasar Apung, yang diharapkan menjadi sumber PAD baru di tahun mendatang.

Pemanfaatan Infrastruktur Terbengkalai

Wali Kota turut menyinggung soal Terminal Transit yang hingga kini belum dimanfaatkan secara maksimal meski anggarannya sudah besar. Ia mendorong agar terminal tersebut segera difungsikan agar tidak menjadi proyek mubazir, apalagi saat ini arus masuk kendaraan ke kota sudah lebih lancar berkat jalur cepat JMP (Jembatan Merah Putih).

Kolaborasi DPRD dan Pemerintah Kota

Di akhir sambutannya, Wali Kota menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota DPRD, terutama Badan Anggaran, yang telah bekerja sama dalam pembahasan APBD Perubahan 2025.

“Kami berharap hasil kerja keras kita hari ini benar-benar berdampak positif bagi masyarakat Kota Ambon. Pemerintah akan terus berupaya menjawab kebutuhan masyarakat dan melakukannya bersama DPRD sebagai mitra,” pungkasnya.

Rapat paripurna ini menjadi tonggak penting bagi langkah pembangunan Kota Ambon ke depan, dengan semangat efisiensi, transparansi, dan inovasi sebagai pijakan utama. (NI-A)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.