Sopir Dump Truck Ambon Gelisah, Kebijakan Tutup Galian C Dinilai Ancam Ekonomi Rakyat

oleh -25886 Dilihat
oleh
Oplus_16908288

Ambon, NusaInaNews.com – Wacana penutupan total aktivitas galian C di Kota Ambon menuai penolakan keras dari para sopir dump truck. Mereka menilai kebijakan tersebut berisiko besar mematikan mata pencaharian ribuan warga yang menggantungkan hidup dari sektor pertambangan rakyat.

Ratusan sopir yang tergabung dalam Persaudaraan Sopir Dump Truck Se-Pulau Ambon menggelar aksi damai di depan Kantor DPRD Provinsi Maluku, Senin (9/2/2026). Dengan membawa spanduk dan poster protes, massa menyuarakan kekhawatiran atas masa depan ekonomi keluarga mereka.

Bagi para sopir, galian C bukan sekadar aktivitas tambang, tetapi sumber penghidupan utama yang menghidupi rantai ekonomi panjang, mulai dari buruh, pemilik lahan, hingga pedagang kecil. Penutupan total dinilai sebagai langkah ekstrem tanpa solusi alternatif.

“Kalau ditutup semua, kami kehilangan pekerjaan. Dampaknya bukan cuma ke sopir, tapi ke banyak sektor lain,” ujar salah satu peserta aksi.

Aksi tersebut dikoordinatori oleh Panji Kelbuti dan Kuba Boinau. Mereka menegaskan bahwa kebijakan pemerintah seharusnya mengedepankan penataan dan pengawasan, bukan penghentian total yang berpotensi memicu pengangguran massal.

Dalam tuntutannya, massa meminta pemerintah membuka ruang dialog dan melakukan kajian sosial-ekonomi secara terbuka sebelum mengambil keputusan. Mereka juga mendorong legalisasi dan pembinaan usaha galian rakyat agar lebih tertib, ramah lingkungan, serta berkontribusi pada pendapatan daerah.

Selain isu galian C, para sopir turut menyampaikan keluhan terkait kebijakan BBM. Sistem pembatasan pembelian solar melalui barcode dan kewajiban penggunaan Dexlite dinilai memberatkan pekerja transportasi di Maluku.

Aksi tersebut mendapat respons dari Wakil Ketua Komisi III DPRD Maluku, Richard Rahakbauw. Ia menyampaikan bahwa DPRD akan menindaklanjuti aspirasi sopir melalui mekanisme resmi dan pembahasan lintas komisi.

Menurutnya, persoalan galian C membutuhkan pendekatan menyeluruh agar kebijakan yang diambil tidak merugikan masyarakat kecil. DPRD pun menjadwalkan pertemuan lanjutan bersama para sopir, pemilik lahan, dan pihak terkait.

Aksi berakhir tertib. Para sopir berharap dialog lanjutan dapat menghasilkan solusi yang adil dan menjaga keberlangsungan ekonomi rakyat di Maluku. (NI-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.