Piru, nusainanews.com – 5 April 2025. SEMMY PATTISINAY.SH dalam Rilis pers-nya kepada media ini terkait klarifikasi pemberitaan Media manyangkut KONFLIK berupa penyerangan yg dilakukan warga/masyarakat Negeri Sawai terhadap Negeri Masihulan kec. Seram Utara Kabupaten Maluku Tengah, pada selasa 3 april 2025, tidak relevan dengan konteks dilapangan.
Menurut SEMMY PATTISINAY.SH, yang mana dia juga salah satu pengacara anak Negeri Masihulan/Peisipulane, mengatakan, Adapun konflik yang terjadi bukan karena dampak/imbas dari persoalan yg terjadi antara warga/masyarakat dusun rumah olat dgn warga negeri sawai pada tanggal 31 maret 2025, saat hari raya idul fitri, namun persoalanya berbeda,
persoalan tgl 31 maret sdh di selesaikan, sementara konflik yang terjadi antara warga masyarakat Negeri Sawai dan Negeri Masihulan itu berbeda, karena ketika dihubungkan bahwa, penyerangan ke negeri masihulan adalah imbas/dampak dari masalah dengan rumah olat maka kesan isu SARA di dimainkan.
Lanjut Semmy, “BETA SELAKU ANAK NEGERI MASIHULAN PEISIPULANE, MENEGASKAN BAHWA TIDAK ADA IRISAN ANTARA MASALAH PENYERANGAN KE NEGERI MASIHULAN DENGAN MASALAH YANG TERJADI DENGAN DUSUN RUMAH OLAT, KITA HARUS SAMPAIKAN BERITA YG SESUAI DENGAN FAKTA DILAPANGAN AGAR JANGAN BIAS, HARUS TEPAT SEHINGGA JANGAN MENIMBULKAN KESAN-KESAN YG LAIN DI PUBLIK”.
Semmy menghimbau kepada seluruh stakeholder didaerah ini harus arif dan bijaksana melihat persoalan ini secara utuh karena persoalan penyeranggan warga masyarakat Negeri sawai ke negeri masihulan secara membabi buta adalah karena persoalan batas wilayah, sehingga harus dicari solusi yg tepat agar masalah ini tidak terulang lagi.(Mozes)







