Wali Kota: Prestasi Smart City Jadi Bukti Ambon Makin Siap Bertransformasi Digital

oleh -9 Dilihat
oleh

Ambon.nusainanews.com.- Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena menegaskan, capaian nilai 3,6 pada Evaluasi Implementasi Kota Cerdas (Smart City) Tahun 2025 menjadi bukti, bahwa transformasi digital yang dijalankan Pemerintah Kota Ambon terus menunjukkan hasil yang positif.

Menurutnya, keberhasilan masuk dalam jajaran 10 ibu kota provinsi yang dievaluasi secara nasional menjadi motivasi, untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis teknologi.

“Puji Tuhan, hasil evaluasi ini menunjukkan, bahwa upaya yang selama ini dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, dalam membangun tata kelola pemerintahan berbasis digital mulai membuahkan hasil. Ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan, bahwa arah pembangunan kota yang kita jalankan sudah berada di jalur yang benar,” ujar Wali Kota, di sela-sela pembuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Hotel Grand City Hall Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (1/7/2026).

Ia menjelaskan, hasil evaluasi yang diterbitkan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), melalui Direktorat Jenderal Teknologi Pemerintah Digital tersebut menempatkan Kota Ambon meraih nilai akhir 3,6, berdasarkan penilaian terhadap berbagai indikator pembangunan kota cerdas.

“Prestasi ini merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah, serta dukungan masyarakat. Oleh karena itu, saya menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi membangun Ambon menjadi kota yang semakin modern, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik,” katanya.

Wali Kota menyatakan, bahwa evaluasi nasional tersebut menilai penerapan konsep Kota Cerdas melalui enam dimensi utama, yaitu Smart Governance, Smart Economy, Smart Living, Smart Society, Smart Environment, dan Smart Branding.

Dari hasil penilaian, Ambon memperoleh rincian nilai, yakni Baseline 3,8, Output 3,18, Outcome 3,33, Impact 3,94, Quick Wins 4, dan Emerging Technology 4, sehingga menghasilkan nilai akhir sebesar 3,6.

Menurut Wali Kota, capaian tersebut memperlihatkan bahwa berbagai inovasi, yang dikembangkan pemerintah daerah mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kami terus berupaya menghadirkan pelayanan publik yang semakin mudah, cepat, transparan, dan dapat diakses oleh masyarakat melalui pemanfaatan teknologi informasi,” ujarnya.

Ia mengemukakan, berbagai terobosan seperti Pusat Kendali Kota berbasis kecerdasan buatan, layanan Pusat Panggilan 112, hingga program WAJAR (Wali Kota Jumpa Rakyat) menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Selain itu, identitas Ambon sebagai Kota Musik Dunia juga dinilai menjadi salah satu kekuatan, dalam pengembangan konsep Kota Cerdas, yang dipadukan dengan Rencana Induk Kota Cerdas periode 2025–2029.

Wali Kota menjelaskan, hasil evaluasi juga menunjukkan perkembangan positif pada berbagai indikator pembangunan daerah.

“Tingkat kemiskinan terus menurun, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berada pada kategori sangat tinggi, pelayanan kesehatan semakin terdigitalisasi melalui layanan e-Puskesmas yang terintegrasi dengan sistem SATUSEHAT, serta berbagai inovasi pengelolaan lingkungan terus kami kembangkan. Hal ini menunjukkan, bahwa arah pembangunan yang kami jalankan semakin terarah,” ungkapnya.

Meski demikian, Wali Kota mengakui, masih terdapat sejumlah tantangan yang harus diselesaikan.

Ia menyatakan, bahwa berbagai catatan yang disampaikan tim asesor akan menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah daerah, untuk mempercepat peningkatan kualitas penerapan konsep Kota Cerdas di Ambon.

“Kami menerima seluruh masukan tersebut sebagai bahan perbaikan. Tantangan seperti pengelolaan sampah, penguatan tata kelola keuangan daerah, peningkatan integrasi sistem digital, hingga pengembangan sumber daya manusia akan menjadi prioritas utama untuk terus dibenahi,” tegasnya.

Menurut Wali Kota, pemerintah juga akan mempercepat pembangunan sistem Satu Data Ambon, agar seluruh layanan pemerintahan dapat saling terhubung, dan mendukung pengambilan kebijakan berbasis data secara lebih akurat.

Selain itu, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan untuk sektor pelayanan publik, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga upaya mitigasi bencana akan terus diperluas.

“Kami ingin Ambon tidak hanya menjadi kota yang memanfaatkan teknologi, tetapi benar-benar menjadi kota cerdas yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, seluruh rekomendasi dari tim evaluator akan kami tindaklanjuti secara bertahap sesuai kemampuan daerah,” ujarnya.

Wali Kota menambahkan, penguatan kualitas sumber daya manusia juga akan menjadi perhatian utama melalui kerja sama dengan perguruan tinggi, termasuk Universitas Pattimura, guna mencetak tenaga ahli di bidang teknologi informasi yang kompeten dan mendukung percepatan transformasi digital di Kota Ambon.

“Kami optimistis, dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, Ambon akan semakin maju menjadi kota yang cerdas, kreatif, inklusif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tandasnya.

Untuk diketahui, Pemkot Ambon kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Kota Ambon masuk dalam daftar 10 ibu kota provinsi yang menjadi objek Evaluasi Implementasi Kota Cerdas (Smart City) Tahun 2025, yang dilaksanakan oleh Kemkomdigi, dengan meraih nilai akhir sebesar 3,6.

Hasil evaluasi tersebut tertuang dalam Surat Direktur Jenderal Teknologi Pemerintah Digital Kemkomdigi Nomor B-121/DJTPD/AI.01.02/05/2026 tertanggal 12 Mei 2026 yang ditujukan kepada Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena.

Evaluasi dilakukan terhadap 10 ibu kota provinsi, yaitu Ambon, Bandung, Batam, Jambi, Surabaya, Makassar, Banjarmasin, Balikpapan, Denpasar, dan Mataram.

Penilaian mengacu pada amanat Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Perkotaan dengan Pendekatan Kota Cerdas.

Dalam hasil evaluasi nasional tersebut, Kota Ambon memperoleh rincian nilai, Baseline 3,8, Output 3,18, Outcome 3,33, Impact 3,94, Quick Wins 4, serta Emerging Technology 4, sehingga menghasilkan nilai akhir 3,6.

Angka tersebut berada di atas Balikpapan (3,59) dan Batam (3,5), serta setara dengan sejumlah kota lain yang menjadi peserta evaluasi.

Penilaian dilakukan secara komprehensif melalui 116 indikator yang mencakup enam dimensi utama kota cerdas, yaitu Smart Governance, Smart Economy, Smart Living, Smart Society, Smart Environment, dan Smart Branding.

Evaluasi juga memperhitungkan kondisi awal, keluaran, hasil, dampak, inovasi percepatan, hingga pemanfaatan teknologi digital terbaru.

Dalam laporannya, tim asesor menyebutkan, bahwa Ambon telah membangun fondasi kota cerdas yang cukup kuat.

Identitas sebagai Kota Musik Dunia versi UNESCO dinilai menjadi modal penting, yang didukung oleh Rencana Induk Kota Cerdas periode 2025–2029.

Kekuatan lain terlihat pada dimensi Smart Governance, melalui pengoperasian Pusat Kendali Kota berbasis kecerdasan buatan, layanan Pusat Panggilan 112, serta program “WAJAR” atau Wali Kota Jumpa Rakyat.

Program-program tersebut dinilai berhasil meningkatkan partisipasi masyarakat, dalam penyelenggaraan pelayanan publik.

Selain itu, asesor juga menilai indikator sosial ekonomi Kota Ambon menunjukkan perkembangan yang positif.

Tingkat kemiskinan tercatat turun menjadi 4,3 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 82,84 dengan kategori sangat tinggi, sementara angka prevalensi stunting pada balita berada di tingkat 1,6 persen.

Di sektor kesehatan, layanan e-Puskesmas telah terintegrasi dengan platform SATUSEHAT, sedangkan pengelolaan sampah mulai diarahkan menuju sistem RDF/MRF yang lebih berkelanjutan.

Tim asesor juga menilai, bahwa keberadaan Pusat Kendali Kota telah membantu pemerintah daerah memantau keamanan, arus lalu lintas, hingga penanganan kebencanaan secara lebih cepat dan terkoordinasi.

Penggabungan data dari berbagai sektor dalam satu sistem terpadu dinilai meningkatkan transparansi, sekaligus mendukung pengambilan kebijakan berbasis data, termasuk dalam penyaluran bantuan sosial, agar lebih tepat sasaran.
[1/7 18.02] ATI 01: tata kelola pemerintahan, kesiapan menghadapi bencana, kemampuan memperkuat ekonomi masyarakat, serta tingginya partisipasi warga dalam pembangunan.

“Ketangguhan kota harus dibangun secara menyeluruh. Infrastruktur memang penting, tetapi yang tidak kalah penting adalah, kesiapan masyarakat, tata kelola pemerintahan yang baik, serta kemampuan seluruh pemangku kepentingan untuk beradaptasi terhadap perubahan,” katanya.

Dalam paparannya, Wali Kota juga menyoroti posisi Kota Ambon sebagai daerah kepulauan yang memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri.

Karena itu, berbagai program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus diarahkan, agar mampu meningkatkan kapasitas daerah dalam menghadapi dampak perubahan iklim maupun potensi bencana.

Upaya tersebut dilakukan, melalui penguatan mitigasi bencana, peningkatan kualitas pelayanan publik, penataan kawasan perkotaan yang berkelanjutan, serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan dan membangun ketahanan wilayah.

Wali Kota menilai, keberhasilan membangun kota yang tangguh sangat bergantung pada sinergi seluruh pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi, media, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Semangat kolaborasi harus terus diperkuat. Ketika seluruh elemen bergerak bersama, maka kota akan memiliki daya tahan yang lebih baik, dalam menghadapi berbagai tantangan, sekaligus mampu memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” ujar Wali Kota.

Dialog Kota Tangguh menjadi salah satu forum strategis dalam Rakernas XVIII APEKSI 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan para kepala daerah untuk berbagi pengalaman, inovasi, dan strategi dalam membangun kota yang adaptif, aman, berdaya saing, serta berkelanjutan di tengah berbagai tantangan global.

Keikutsertaan Wali Kota dalam forum nasional tersebut, sekaligus menjadi wujud komitmen Pemkot Ambon, untuk terus memperkuat kualitas pelayanan publik, meningkatkan ketahanan kota, serta mewujudkan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat melalui semangat kolaborasi dan keberlanjutan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.