DPP FPMM Gelar “Bacarita Orang Saudara”, Teguhkan Nilai Orang Basudara untuk Maluku Damai

oleh -65539 Dilihat
oleh
Oplus_16908288

Ambon, NusaInaNews.com – Dewan Pimpinan Pusat Forum Pemuda Maluku Maju (DPP FPMM) menggelar kegiatan Bacarita Orang Saudara dengan tema “Mempertegas Konsep Hidup Orang Basudara, Meretas Jalan Menuju Maluku yang Damai”, bertempat di Lantai V Santika Hotel Premiere Ambon, Jumat (16/01/2026).

Kegiatan ini diinisiasi langsung oleh Ketua Umum DPP FPMM, H. Umar Key, sebagai wujud kepedulian atas meningkatnya konflik dan ketegangan sosial yang terjadi di Provinsi Maluku, khususnya di Kota Ambon, dalam beberapa waktu terakhir.

Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Raja Kailolo, Raja Geser, Raja Kei, para raja negeri, imam Masjid Raya Al-Fatah Ambon, Imam Masjid Kampung Baru, perwakilan Uskup Katedral Ambon, Ketua Klasis Kota Ambon, tokoh agama lintas iman, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta para ketua organisasi kepemudaan se-Kota Ambon.

Dalam sambutannya, Umar Key menegaskan bahwa Bacarita Orang Saudara bukan sekadar forum diskusi, melainkan ruang perjumpaan hati untuk menghidupkan kembali nilai dasar orang Maluku sebagai orang basudara, satu gandong, satu saudara.

“Kami datang bukan untuk cari siapa benar dan siapa salah, tapi untuk membalikkan rasa hormat, rasa sayang, dan rasa percaya. Hidup orang Maluku itu hidup orang bersaudara,” tegas Umar Key.

Ia mengingatkan bahwa konflik dan kesalahpahaman yang terus berulang hanya akan mewariskan luka bagi generasi mendatang.

Menurutnya, setiap persoalan harus diselesaikan dengan pendekatan pemulihan, bukan memperbesar perpecahan.

Lebih lanjut, Umar Key mendorong para raja, kepala desa, dan tokoh agama agar aktif membangun dialog rutin dengan generasi muda.

Ia mengusulkan adanya diskusi bulanan bersama pemuda di bawah usia 35 tahun untuk menanamkan kembali nilai adat, sejarah, dan ajaran agama.

“Banyak anak muda hari ini sudah tidak tahu lagi cerita adat, sejarah, bahkan pesan orang tua. Padahal di situlah akar identitas kami,” ujarnya.

Sementara itu, Raja Kailolo dalam sambutannya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga silaturahmi dan menghentikan konflik yang tidak membawa manfaat.

“Selama Allah masih panjangkan umur kami, mari kami jaga hubungan bersaudara saling menghujat dan pertikaian tidak ada untungnya, kasihan anak cucu kami ke depan,” ujar Raja Kailolo.

Ia menekankan bahwa seluruh masyarakat Maluku pada dasarnya berasal dari satu moyang adat, sehingga perpecahan hanya akan melemahkan negeri sendiri.

Hal senada disampaikan Ketua Latupati yang menegaskan bahwa pertemuan tersebut bukan untuk membahas persoalan hukum yang telah berjalan, melainkan untuk memulihkan hubungan kekeluargaan dan keakraban antarsesama anak negeri.

“Yang kami bicarakan hari ini adalah soal kekeluargaan, soal silaturahmi, agar jangan putus hanya karena masalah-masalah kecil,” ungkapnya.

Kegiatan Bacarita Orang Saudara ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga perdamaian, menghentikan penyebaran isu provokatif, serta memperkuat persaudaraan lintas agama dan negeri di Maluku.

DPP FPMM berharap forum ini menjadi ruang dialog berkelanjutan dalam merawat nilai orang basudara demi mewujudkan Maluku yang aman, damai, dan bermartabat. (NI-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.