Konsep Hidup Orang Basudara, Raja Maur Ohoiwut Tekankan Peran Strategis Pemuda Adat

oleh -25166 Dilihat
oleh
Oplus_16908288

Ambon, NusaInaNews.com – Raja Maur Ohoiwut Kei Besar, Leopold Rahail, menegaskan pentingnya penguatan peran pemuda melalui mekanisme adat guna menjaga persatuan dan perdamaian di Maluku. Hal ini disampaikannya saat diwawancarai di sela kegiatan Mempertegas Konsep Hidup Orang Basudara, Meretas Jalan Menuju Maluku yang Damai, berlangsung di Hotel Santika Premiere Ambon, Jumat (16/01/2026).

Raja Leopold menilai pemuda dari tiga kelompok besar, yakni Kailolo, Kei, dan Seram Bagian Timur, perlu dipertemukan kembali dalam satu ruang kebersamaan yang berbasis adat.

Menurutnya, pemuda tidak cukup hanya diposisikan sebagai kelompok sosial biasa, tetapi harus diarahkan masuk dalam struktur adat agar memiliki legitimasi, tanggung jawab moral, serta peran strategis dalam menyelesaikan persoalan di masyarakat.

“Saya berharap ada pertemuan lanjutan antara tiga pemuda ini. Kita harus menggunakan mekanisme adat agar mereka dapat mewakili komunitasnya dan diangkat sebagai tokoh adat. Dengan begitu, jika terjadi persoalan di kemudian hari, mereka mampu menyelesaikannya sendiri melalui jalur adat,” ujar Raja Leopold.

Ia menekankan bahwa penyatuan ketiga kelompok pemuda tersebut menjadi satu kesatuan merupakan hal yang sangat penting. Dalam konteks ini, peran para raja dan tokoh agama dinilai strategis untuk mengangkat dan mengukuhkan para pemuda secara adat, sehingga mereka memiliki tanggung jawab yang jelas dalam menjaga stabilitas, persaudaraan, dan keharmonisan di Maluku.

Lebih lanjut, Raja Leopold juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang masih konsisten memperjuangkan nilai-nilai hidup orang basudara di tengah minimnya perhatian terhadap wilayah Maluku.

Menurutnya, komitmen untuk menjaga budaya, misi perdamaian, dan kasih sayang antarsesama merupakan pengorbanan yang sangat mulia.

“Kasih sayang dan kepedulian itu masih sangat kuat dan melekat. Inilah yang membuat semangat menjaga nilai-nilai adat dan persaudaraan tetap hidup hingga hari ini,” tegasnya.

Kegiatan ini digagas oleh Dewan Pimpinan Pusat Front Pemuda Muslim Maluku (DPP FPMM) dan dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP FPMM, H. Umar Key.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan konsep hidup orang basudara tidak hanya berhenti pada tataran wacana, tetapi terus diimplementasikan dalam kehidupan sosial masyarakat Maluku demi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan. (NI-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.