Masyarakat Ariate Gelar Aksi di Depan Polres SBB, Desak Penuntasan Kasus Penyerangan Pos Polisi dan Pembakaran Kedai

oleh -26 Dilihat
oleh

SBB.nusainanews.com – Aliansi Gerakan Masyarakat Ariate Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Resor (Polres) Seram Bagian Barat (SBB), Kamis, 3 Juli 2026. Dalam aksi tersebut, massa mendesak aparat kepolisian segera menuntaskan proses hukum atas rangkaian peristiwa yang terjadi di Dusun Tanah Goyang, Desa Loki, Kecamatan Huamual, pada 30 Mei 2026.

Dalam pernyataan sikapnya, massa aksi menyampaikan dugaan bahwa terdapat sejumlah pihak yang diduga berperan dalam peristiwa penyerangan terhadap Pos Polisi Subsektor Laala serta pembakaran sebuah kedai milik anggota Bhabinkamtibmas Desa Ariate. Mereka juga mengklaim terdapat pihak-pihak yang diduga berupaya menghindari proses hukum dan mengalihkan perhatian publik. Hingga berita ini disusun, dugaan tersebut belum dibuktikan melalui putusan pengadilan maupun diumumkan secara resmi oleh penyidik sebagai fakta hukum.

Massa aksi turut menyinggung nama Kepala Dusun Tanah Goyang, Jusmin Papalia, dalam tuntutan mereka. Menurut para demonstran, aparat penegak hukum perlu memeriksa secara menyeluruh seluruh pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan peristiwa tersebut agar proses hukum berjalan secara objektif, profesional, dan tidak tebang pilih.

Aliansi Gerakan Masyarakat Ariate Bersatu menyatakan bahwa aksi mereka dilakukan sebagai bentuk tuntutan agar seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi pada 30 Mei 2026 diusut secara menyeluruh. Mereka meminta Polres Seram Bagian Barat segera mengungkap siapa saja yang bertanggung jawab atas penyerangan Pos Polisi Subsektor Laala serta pembakaran kedai milik anggota Bhabinkamtibmas Desa Ariate.

Selain itu, massa juga mendesak kepolisian memproses hukum setiap pihak yang apabila ditemukan memiliki keterlibatan berdasarkan alat bukti yang sah, termasuk aparat dusun maupun pihak lain yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Dalam orasinya, massa berharap Polres Seram Bagian Barat segera mengambil langkah cepat dan tegas sehingga seluruh persoalan dapat diungkap secara terang dan memberikan kepastian hukum bagi semua pihak.

Di akhir aksi, perwakilan massa menyatakan bahwa apabila dalam waktu dekat belum terdapat perkembangan yang signifikan dalam penanganan perkara tersebut, mereka berencana kembali menggelar aksi lanjutan dengan jumlah peserta yang lebih besar sebagai bentuk penyampaian aspirasi kepada aparat penegak hukum.(Mozes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.