Mutiara Nusantara Luncurkan Penghargaan Perdana bagi Pelaku Transformasi Sosial

oleh -3618 Dilihat
oleh
Oplus_16908288

Ambon, NusaInaNews.com – Konsultasi Nasional (Konas) 4 Mutiara Nusantara resmi digelar di Gereja Maranatha, Ambon, Maluku, pada Jumat (28/11/2025).

Kegiatan yang mempertemukan gereja-gereja dan lembaga-lembaga pelayanan Kristen dari berbagai wilayah Indonesia ini bertujuan memperkuat kolaborasi dalam merespons beragam persoalan sosial bangsa.

Sekretaris Umum Transformation Connection Indonesia (TCI), Sheila Herawati, menjelaskan bahwa Konsultasi Nasional Mutiara Nusantara merupakan forum strategis untuk membahas isu-isu seperti kemiskinan, pendidikan, dan ekonomi.

“Ini adalah forum di mana gereja-gereja dan lembaga-lembaga pelayanan Kristen berkumpul khusus untuk berdiskusi persoalan-persoalan seperti kemiskinan, pendidikan, ekonomi, dan sebagainya,” ujar Sheila, saat diwawancarai usai kegiatan, Jumat (28/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa Konas Mutiara Nusantara sudah digelar empat kali. Gelaran pertama berlangsung di HKBP, Sumatera Utara, disusul Jakarta pada 2023, kemudian di Balikpapan pada 2024, dan tahun ini di Ambon dengan Gereja Protestan Maluku sebagai tuan rumah.

Pada Konas ke-4 ini, sekitar 60 lembaga dari sekitar 18 provinsi turut hadir. Sheila menekankan bahwa tujuan utama kegiatan adalah memperkuat semangat saling menolong antar-gereja.

“Tujuannya adalah memperkuat kolaborasi, di mana yang kuat menolong yang lemah, sehingga persoalan-persoalan bangsa bisa direspon dan disikapi oleh gereja,” tambahnya.

Sheila mengungkapkan bahwa dalam menjawab persoalan kebangsaan termasuk isu intoleransi di beberapa daerah pihaknya menerapkan strategi pentahelix.

“Gereja berkolaborasi dengan pemerintah, akademisi, korporasi, dan media. Kita cari stakeholder terkait, lalu kita diskusikan dan kolaborasikan siapa melakukan apa, siapa bantu apa,” jelasnya.

Konas 4 juga menandai peluncuran perdana Mutiara Nusantara Award, sebuah bentuk apresiasi bagi para pelaku transformasi sosial.

“Tujuannya adalah untuk menginspirasi pelaku kegiatan transformasi. Agar usaha dan pengorbanan mereka mendapat apresiasi dan memotivasi lebih banyak orang bekerja di hal yang sama,” kata Sheila.

Meski telah disiapkan beberapa kategori, termasuk pejabat publik inspiratif dan penggerak pendidikan inspiratif, tahun ini pihak panitia memutuskan untuk tidak mengumumkan nominasi karena belum menemukan kandidat yang dinilai relevan.

Sheila berharap ke depan jumlah nominasi dapat bertambah, sekaligus memperluas dampak positif dari gerakan transformasi yang diusung Mutiara Nusantara. (NI-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.