Saadiah Uluputty Apresiasi Musyawarah Adat Jazirah: Momentum Perkuat Tatanan Adat dan Pembangunan Leihitu

oleh -1310 Dilihat
oleh
Oplus_16908288

Ambon, NusainaNews.com – Anggota DPR RI, Saadiah Uluputty, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya Musyawarah Adat Masyarakat Jazirah Lawa Lete Mena Hetu Jazirah, Maju Bersama Membangun Jazirah Par Maluku Pung Bae yang berlangsung di Hotel Santika Premiere, Sabtu (22/11/2025). Kegiatan tersebut dihadiri para raja sebagai simbol adat di Jazirah Leihitu.

Menurut Saadiah, musyawarah adat ini merupakan momentum penting untuk memperkuat kembali tatanan adat, konsolidasi antar desa, serta menjaga harmonisasi kehidupan masyarakat.

Ia menilai kehadiran 20 dari 22 raja adat menjadi bukti nyata komitmen dan rasa memiliki para latupati terhadap masa depan Jazirah Leihitu.

“Ini satu sejarah yang diperbaharui kembali. Rasa memiliki, rasa membersamai, dan semangat menjaga Maluku untuk tetap baik dan maju,” ujarnya usai kegiatan.

Saadiah menegaskan pentingnya posisi strategis Jazirah Leihitu, baik secara geografis maupun demokratis. Letak wilayah yang berada dekat dengan Kota Ambon dan pusat pemerintahan Provinsi Maluku, menurutnya menempatkan Jazirah sebagai kawasan yang seharusnya menjadi poros pembangunan Pulau Ambon.

“Jazirah bukan hanya penyangga Pulau Ambon, tetapi secara geopolitik dan demografi harus menjadi poros. Ini harus menjadi kesadaran bersama untuk melahirkan kepemimpinan yang kuat ke depan,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Saadiah juga menyoroti ketimpangan pembangunan yang masih dirasakan sejumlah wilayah di Jazirah.

Ia menilai bahwa alokasi anggaran berbasis jumlah penduduk, baik dari APBD maupun APBN, seharusnya lebih berpihak kepada wilayah dengan populasi besar dan posisi yang strategis.

“Jika hari ini ada ketimpangan infrastruktur atau pembangunan yang tidak dirasakan merata, itu tentu menjadi persoalan. Banyak variabel pembangunan di Maluku sesungguhnya berada di wilayah Leihitu,” jelasnya.

Saadiah berharap musyawarah para latupati ini dapat memperkuat silaturahmi, menjaga keamanan, dan memastikan stabilitas wilayah.

Ia optimistis bahwa semangat kolektif para pemangku adat akan membawa Jazirah dan Maluku menuju masa depan yang lebih baik dan harmonis.

“Semua hadir dengan satu tujuan: menjaga keberlangsungan, menciptakan stabilitas keamanan, dan membangun Maluku yang lebih baik,” tutupnya. (NI-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.