Kasus Kematian Pasien, RS Leimena Tuai Kecaman,Asri Masri minta Gubernur Maluku ganti direktur 

oleh -27 Dilihat
oleh
Ambon.nusainanews.com – Dugaan buruknya pelayanan kesehatan kembali mencuat di RSUP Dr. J. Leimena, setelah peristiwa yang disebut menyebabkan hilangnya nyawa pasien pada Jumat (3/4/2026). Kejadian ini memicu reaksi keras dari Ketua DPD Partai Berkarya Kota Ambon, Asri Masry.
Dalam pernyataannya pada Sabtu (4/4/2026), Asri Masry menilai bahwa insiden tersebut merupakan bentuk pelayanan terburuk yang kembali terulang di rumah sakit milik pemerintah tersebut. Ia bahkan mendesak agar pimpinan rumah sakit segera dievaluasi.
“Warga datang ke RS Leimena untuk diberikan pelayanan kesehatan, bukan untuk pelayanan kematian,” ungkap  Ketua DPD  kepada media ini 5 April 2026 melalui pesan Whatshap
Ia menegaskan bahwa kejadian ini bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, ia mengaku pernah memperjuangkan kasus kematian tiga bayi bersama Irene Mussa, dengan harapan adanya perbaikan sistem pelayanan dan komunikasi kepada pasien.
Namun demikian, menurutnya, hingga kini tidak ada perubahan signifikan dalam kualitas pelayanan di rumah sakit tersebut.
ia menyebut lagi bahwa keluarga dekatnya sendiri kembali mengalami kejadian serupa yang berujung pada kehilangan nyawa.
“Ini bukan kejadian pertama, kami sudah berulang kali memberikan masukan dan teguran, tetapi pelayanan buruk masih terus terjadi,” sebutnya
Asri juga mengungkapkan bahwa dirinya telah mencoba melakukan komunikasi langsung dengan pihak manajemen rumah sakit, termasuk direktur, melalui pesan WhatsApp pada hari kejadian. Namun, ia menilai tidak ada respons yang memadai.
“Saya sudah menghubungi langsung Direktur, tetapi tidak ada inisiatif untuk merespons permintaan pertemuan. Hanya dikirimkan kronologis melalui pesan,” terangnya
Atas dasar itu, ia secara tegas meminta kepada Gubernur Maluku untuk segera mengambil langkah konkret, termasuk mengganti Direktur RS Leimena demi menjaga kepercayaan publik terhadap pelayanan kesehatan di daerah.
“Saya meminta dengan tegas agar Gubernur Maluku segera menggantikan Direktur RS Leimena untuk menjaga marwah dan nama baik tokoh Maluku,” pintanya
Ia menilai bahwa nama besar Johannes Leimena sebagai tokoh nasional yang diabadikan menjadi nama rumah sakit tersebut harus dijaga dengan memberikan pelayanan kesehatan yang profesional dan manusiawi.
Peristiwa ini kembali menjadi sorotan publik dan diharapkan menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan kesehatan, khususnya di RS Leimena, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.